Scroll Untuk Membaca
Example 300250
Example floating
berita

Kejari Demak Perkuat Sinergi dengan Media dan LSM untuk Wujudkan Penegakan Hukum yang Humanis dan Transparan

403
×

Kejari Demak Perkuat Sinergi dengan Media dan LSM untuk Wujudkan Penegakan Hukum yang Humanis dan Transparan

Sebarkan artikel ini

DEMAK – Kejaksaan Negeri Demak terus berupaya mengubah stigma sebagai lembaga yang kerap dianggap menakutkan menjadi institusi penegak hukum yang humanis, terbuka, dan edukatif. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan coffee morning Kepala Kejaksaan Negeri Demak bersama insan media pers dan LSM se-Kabupaten Demak, yang digelar pada Kamis (22/01/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Mewujudkan Penegakan Hukum yang Humanis dan Transparan” ini menjadi ruang dialog terbuka antara Kejaksaan, media, dan elemen masyarakat sipil. Forum tersebut dimanfaatkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai peran Kejaksaan dalam menegakkan hukum yang berkeadilan sekaligus berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Demak, Milono Raharjo, S.H., M.H., menegaskan bahwa perubahan pendekatan menuju penegakan hukum yang lebih humanis tidak berarti melemahkan institusi kejaksaan atau menghilangkan wibawanya.
Mengubah kesan menakutkan menjadi lembaga yang humanis bukan berarti kami lemah dan kehilangan taji,” tegasnya.

Menurut Milono, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi penindakan hukum, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat dan penyelenggara pemerintahan. “Kejaksaan itu tidak melulu soal penindakan hukum, tapi juga ada edukasi. Jadi tidak perlu menakutkan atau merasa takut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Milono menekankan pentingnya pendekatan yang solutif dalam menangani persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa kejaksaan tidak selalu harus berorientasi pada penindakan, melainkan juga berupaya memberikan solusi agar tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan hukum. “Kami tidak perlu selalu bersikap serba penindakan, tetapi berusaha mencari solusi agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Milono juga menyampaikan bahwa komunikasi yang terbuka dan masukan yang konstruktif dari media serta LSM sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya permasalahan hukum yang sama di kemudian hari. “Melalui masukan-masukan yang diperlukan, kami berharap ke depan tidak terjadi pengulangan permasalahan hukum yang sama,” tambahnya.

Melalui kegiatan coffee morning ini, Kejaksaan Negeri Demak berharap dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan media serta LSM sebagai mitra strategis, guna mewujudkan penegakan hukum yang transparan, humanis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *