Scroll Untuk Membaca
Example 300250
Example floating
berita

Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Deteksi Dini Digelar untuk Perkuat Sinergi Keamanan Daerah di Demak

332
×

Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Deteksi Dini Digelar untuk Perkuat Sinergi Keamanan Daerah di Demak

Sebarkan artikel ini

Demak, 25 Juli 2025 – Dalam upaya meningkatkan sinergitas lintas sektor dan memperkuat stabilitas daerah, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Deteksi Dini yang melibatkan instansi vertikal dan Forkopimda Kabupaten Demak. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (24/7) dan bertujuan memperkuat antisipasi terhadap Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) di tingkat kecamatan dan desa.

Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa ranting kewaspadaan di tingkat kecamatan menjadi garda terdepan dalam menghadapi AGHT yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur keamanan, antara lain:

  • Kendarsih Iriani, S.H. dari Kesbangpol
  • Kasat Intel Polres Demak AKP Munawar, S.H., M.H.
  • Kasdim 0716/Demak Mayor Arm Syarifuddin Widianto
  • Kasi Intel Kejari Demak, Niam Firdaus, S.H., M.H.
  • Ketua PN Demak, Muhamad Fauzan Haryadi, S.H., M.H.
  • Forkopimcam se-Kabupaten Demak
  • Seluruh Kapolsek jajaran Polres Demak

Dalam penyampaiannya, Kasi Intel Kejari Demak Niam Firdaus, S.H., M.H., menyoroti pentingnya pemahaman terhadap KUHP baru yang lebih fleksibel dan kontekstual. Ia menegaskan bahwa para penegak hukum harus bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan konflik yang dapat memicu AGHT. Selain itu, residu politik lokal, khususnya dari kepala desa yang kalah dalam Pilkades, masih menjadi isu krusial karena memicu unjuk rasa dan audiensi dengan DPRD.

Kasdim 0716/Demak menekankan pentingnya prinsip “waspada dini, cegah dini, dan lapor cepat” dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak merasa terlalu aman dan lengah terhadap potensi ancaman yang muncul di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kasat Intel AKP Munawar menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Demak saat ini masih tergolong kondusif, baik dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga keamanan. Ia juga menyampaikan bahwa para eks-teroris asal Demak telah kembali berikrar setia kepada NKRI. Selain itu, permasalahan rob di Sayung yang sempat mengganggu perekonomian perlahan mulai surut, seiring dengan pembangunan Jalan Tol Semarang–Sayung yang diproyeksikan menjadi salah satu solusi permanen.

Pada sisi sosial budaya, Munawar menyebut bahwa pengesahan warga Pagar Nusa sebanyak 232 orang yang digelar malam harinya perlu mendapat perhatian ekstra karena berpotensi menjadi titik rawan AGHT. Ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan ketahanan sosial di tengah dinamika aktivitas keagamaan, seperti haul yang dihadiri tokoh nasional seperti Habib Rizieq, yang sempat memicu gesekan di Ponpes Al Kausariyah Jamus, Mranggen.

Diskusi turut melibatkan audiens. Camat Gajah menyampaikan kekhawatirannya terhadap maraknya LSM yang kerap mendatangi kantor desa secara intimidatif, membuat perangkat desa merasa terganggu. Kendarsih Iriani menanggapi agar legalitas LSM dicek, dan apabila terbukti melakukan tindakan premanisme, segera laporkan ke Satgas gabungan Polres, Kodim, dan Kejaksaan.

Kapolsek Wonosalam juga menyoroti minimnya keterlibatan instansi lain dalam pengamanan kegiatan ormas, seperti PSHT, yang selama ini hanya melibatkan TNI dan Polri. Menanggapi hal itu, Kesbangpol berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas instansi ke depannya.

Rapat ini menjadi bukti bahwa koordinasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat saling bekerja sama dalam menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Demak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *